7 Tips Menentukan Ukuran Barbel Yang Sesuai Dengan Kebutuhan Kamu

Menentukan ukuran barbel yang pas merupakan proses penting yang tidak boleh diabaikan begitu saja. Latihan, tingkatan keahlian, serta keahlian fisik yang berbeda juga memerlukan ukuran barbel yang berbeda. Ingatlah, lebih baik untuk mengawali dengan barbel yang ringan serta menaikkan beratnya sedikit demi sedikit. Mengawali dengan barbel yang berukuran sangat berat bisa menimbulkan otot keseleo ataupun luka.


Panduan memilah berat barbell fitness di gym yang baik serta pas dibawah ini ialah perihal yang butuh dikenal serta tidak boleh dilewatkan khusunya buat kamu yang berencana mengawali berolahraga fitness di gym kesukaan buat membentuk otot sehingga mempunyai otot besar, perkasa, serta atletis nyatanya. Mulailah dengan memilah barbell yang memiiki berat barbell ringan, serta setelah itu secara bertahap menaikkan berat barbell bersamaan dengan pertumbuhan latihan otot kamu buat menjauhi efek terbentuknya luka pada otot.

1. Tahu tujuan latihan angkat beban kamu.

Poin awal ialah dasar panduan memilah barbell kala berolahraga fitness. Butuh dikenal kalau barbell yang berat sangatlah sesuai buat program membentuk otot, sebaliknya barbell dengan beban lebih ringan berguna buat memantapkan otot yang mana dapat menunjang otot tendon serta persendian. Nah saat ini bergantung tujuan latihan angkat beban kamu, telah dipaparkan diatas secara pendek khasiat dari 2 tipe barbell buat 2 tujuan angkat beban. Tipsnya merupakan dengan memastikan tujuan dini fitness serta fokus latihan dengan tertib.

2. Seleksi barbell dengan berat yang cocok dengan tipe latihan kamu.

Bermacam tipe latihan otot yang dapat dicoba di gym, ini pula berbanding lurus dengan tipe barbell yang digunakan buat latihan. Contohnya merupakan bila kamu melaksanakan latihan curl dasar, barbell yang biasa digunakan mempunyai berat dekat 6. 5 kilogram. Namun bila kamu melaksanakan latihan squat, mungkin besar barbell yang kamu pakai mempunyai berat dekat 9 sampai 11 kilogram. Mulailah dengan berat barbell yang ringan serta fokus buat membentuk otot dengan benar saat sebelum memilah barbell lain yang lebih berat.

3. Penilaian latihan serta miliki personal trainer.

Disebagian besar gym fitness, nyatanya ada personal trainer yang membimbing latihan otot supaya dapat memperoleh wujud otot cocok sasaran. Jangan malu buat memohon penilaian latihan kepada mereka, bila kamu masih bimbang dalam memilah barbell kamu pula harus bertanya tentang barbell yang sesuai buat menjauhi terbentuknya luka otot sebab beban barbell yang berlebih.

4. Seleksi barbell cocok tipe kelamin kamu.

Umumnya laki- laki mempunyai kekuatan yang lebih pada badan bagian atas daripada perempuan, laki- laki secara universal mengawali latihan otot dengan berat barbell dekat 4. 5 hingga 9 kilogram buat melaksanakan latihan otot punggung serta otot dada. Sebaliknya perempuan mengawalinya dengan mengangkut beban barbell dekat 2 hingga 4. 5 kilogram serta fokusnya lebih kepada repetisi yang banyak serta lebih kilat. Tipsnya merupakan dengan berupaya secara berkepanjangan menaikkan beban barbell dari berat dini yang sudah disebutkan diatas jadi lebih berat cocok dengan pertumbuhan latihan pastinya.

5. Seleksi barbell cocok kekuatan yang kamu punyai.

Proses menaikkan beban barbell secara bertahap sebanyak 0. 5 hingga 1 kilogram bersamaan dengan kekuatan serta energi yang meningkat. Misalnya bila kamu sudah mengawali latihan otot dengan beban dini 2 kilogram, setelah itu kamu merasa mempunyai kekuatan serta energi yang dapat mengangkut beban lebih berat lagi, hingga mulai tambahlah beban secara bertahap dengan jumlah yang sudah disebutkan diatas. Jangan‘ sembrono’ langsung tingkatkan beban berkali lipat tanpa memperdulikan keahlian badan kamu. Bila butuh catatalah pergantian beban barbell serta jumlah repetisi per latihan dari waktu kewaktu buat menjauhi hal- hal yang tidak di idamkan.

6. Tahu waktu yang pas buat upgrade beban barbell.

Setelah memperoleh barbell yang cocok buat melaksanakan latihan otot, coba tepi laut secara hati- hati tentang set serta repetisi yang dapat dicoba secara terus menerus. Bila telah dapat melaksanakan repetisi melebihi sasaran yang sudah diresmikan, langsung tingkatkan berat barbell.

7. Urutkan berat beban barbell dari yang sangat ringan serta tambah beban kala berlatih.

Poin terakhir merupakan kesimpulan dari 6 poin tadinya. Dalam memilah beban barbell buat membentuk otot atletis dibutuhkan sebagian pertimbangan( baca 6 poin diatas) serta pula melaksanakan akumulasi berat beban secara bertahap terus menjadi berat cocok dengan berkembangnya kekuatan serta energi otot badan dengan berat seiktar 0. 5 hingga 1 kilogram secara stimultan.

Post a Comment

0 Comments